From 022 to 021

Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Setiap kali gue ke airport untuk kerja ke luar kota, gue selalu melihat orang-orang yang hendak pergi berpelukan dengan keluarga atau pacarnya di depan pintu masuk. Kepindahan mereka membuat orang-orang terdekatnya sedih

Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Kita sering berpikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang diakrabi, hal-hal yang selama ini membuat kita senang dan nyaman. Akhirnya, melakukan perpindahan ke tempat baru membuat kita dihantui rasa cemas. Apakah akan sama enaknya? Apakah akan sama menyenangkan? Apakah akan lebih baik?

Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.

Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika

4 September 2012, tepat setelah serahin hard cover skripsi ke kampus, gue melakukan perpindahan. Rasa nyaman, rasa aman, rasa senang, semua yang gue rasakan selama 4 tahun belakangan ini harus gue tinggalkan. Pada akhirnya gue memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Sama sekali jauh dari rencana gue

Kenapa??

Bukan tanpa alasan untuk pada akhirnya gue pulang ke Jakarta. 4 hari lalu gue obrolin ini sama nyokap, akan tinggal dimana gue ntar. Gue bilang sama nyokap minta ngekos lagi di Bandung dan stay disana at least sampe gue dapet kerja nanti. Tapi setelah gue pikir-pikir lagi kok kayanya akan ribet deh. Gue bayar kos lagi, makan, biaya hidup, just in case mesti ke Jakarta kalo ada jobfair atau interview kerjaan dan itu malah makan banyak biaya + cape fisik mesti bolak-balik.

Akhirnya gue memutuskan untuk pindah ajalah tinggal di rumah lagi. Honestly siapa sih yang gak sedih untuk meninggalkan segala kebiasaan yang udah kita jalanin sebelumnya?? Tapi kalo terus gue manja gamau susah dan ribet kapan gue maju? Ya gue meninggalkan zona nyaman, meskipun belom secara resmi karena gue bakal balik lagi buat ambil barang-barang. Mungkin zona nyaman ini adalah nyaman secara geografis dan kuliner yang paling mostly. Hahahahahahaha

Bye and Thank you. I always hate leaving you, Bandung. Feel like I wanna stay forever šŸ˜¦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s