Roda

Him: Dia itu kaya sepeda yang punya roda belakang yang kuat, tapi sekenceng dan sekuat apapun dia gowes roda depannya lemah jadi gak tau arahnya kemana

Me: Maksudnya?

Him: Roda belakangnya dia itu pinter, financial, cara berpikir, dan semua nilai plusnya dia. Roda depannya social life, people to people, tata krama, commitment sama dirinya yang dia kesampingkan. Dan sayang banget roda depannya dia lemah

Me: Hmmm, perumpamaan yang bagus

Perbincangan saya dengan seorang teman di sela-sela sarapan dan bahasan inflasi investasi serta istilah ekonomi lainnya sabtu pagi kemarin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s